Cobalah anda renungkan dengan baik...
1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Sabtu, September 18, 2010
Kamis, September 16, 2010
Cara Posting Gambar dan Photo di BlogSPOT
Posting dalam bentuk gambar bisa dilakukan dalam dua mode postting :
1. Posting mode Edit HTML
2. Posting mode Tulis.
Prosedur yang harus dilakukan untuk posting gambar dan photo :
1. Posting gambar mode Tulis :
* Loggin ke Blogger
* Dasbor
* Posting
* Tulis
* Entri Baru
* Add Image
1. Posting mode Edit HTML
2. Posting mode Tulis.
Prosedur yang harus dilakukan untuk posting gambar dan photo :
1. Posting gambar mode Tulis :
* Loggin ke Blogger
* Dasbor
* Posting
* Tulis
* Entri Baru
* Add Image
Senin, Juli 19, 2010
Cara Terbaik untuk MEMULAI sesuatu
Sering kita menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu, dan ternyata waktu yang tepat itu tidak pernah datang.
Bila kita tidak tahu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu, maka sesuatu itulah yang harus tepat.
Ketepatan pilihan tindakan dan KESUNGGUHAN BERTIDAK-lah yang menjadikan waktu apa pun disebut WAKTU YANG TEPAT.
Sudah berapa banyak orang di antara kita yang sekarang sedang terbakar oleh ide-ide besar, namun tertahan oleh BAKAT kita yang HEBAT, yaitu MENUNDA.
Mengapa tidak sekarang ?
Betapa sering kita tidak memulai sesuatu karena kita belum memiliki ini atau itu. Padahal untuk memulainya tidak dibutuhkan ini atau itu.
Bila kita tidak tahu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu, maka sesuatu itulah yang harus tepat.
Ketepatan pilihan tindakan dan KESUNGGUHAN BERTIDAK-lah yang menjadikan waktu apa pun disebut WAKTU YANG TEPAT.
Sudah berapa banyak orang di antara kita yang sekarang sedang terbakar oleh ide-ide besar, namun tertahan oleh BAKAT kita yang HEBAT, yaitu MENUNDA.
Mengapa tidak sekarang ?
Betapa sering kita tidak memulai sesuatu karena kita belum memiliki ini atau itu. Padahal untuk memulainya tidak dibutuhkan ini atau itu.
Kamis, Juni 17, 2010
Arti budaya membungkukkan badan di Jepang
Cara membungkukkan badan yang tepat merupakan bagian dari etika pergaulan yang penting di Jepang. Presiden Barack Obama terlihat kikuk ketika dia berusaha menjabat tangan Kaisar Akihito sekaligus membungkukkan badan.
Sebagian media Amerika Serikat yang anti-Obama dengan gencar mengkritik dengan mengatakan sang presiden melanggar protokol atau malah terlalu menyembah.
Menurut guru besar Studi Asia di Universitas Temple di Tokyo, Jeff Kingston, di Jepang sendiri tidak ada yang tersinggung dengan tindakan Obama. Media Jepang malah memberitakan kasus ini sebagai aspek kehidupan Amerika yang sulit dipahami.
Cara membungkukkan badan kembali menjadi berita ketika perusahan otomotif Toyota meminta maaf atas penarikan mobil-mobilnya.Dalam keterangan kepada media 5 Februari lalu, presiden Toyota Akio Toyoda meminta maaf dengan membungkuk sedikit seperti halnya kalau orang Jepang bertemu tetangga secara tidak sengaja di depan rumah.
Sebagian media Amerika Serikat yang anti-Obama dengan gencar mengkritik dengan mengatakan sang presiden melanggar protokol atau malah terlalu menyembah.
Menurut guru besar Studi Asia di Universitas Temple di Tokyo, Jeff Kingston, di Jepang sendiri tidak ada yang tersinggung dengan tindakan Obama. Media Jepang malah memberitakan kasus ini sebagai aspek kehidupan Amerika yang sulit dipahami.
Cara membungkukkan badan kembali menjadi berita ketika perusahan otomotif Toyota meminta maaf atas penarikan mobil-mobilnya.Dalam keterangan kepada media 5 Februari lalu, presiden Toyota Akio Toyoda meminta maaf dengan membungkuk sedikit seperti halnya kalau orang Jepang bertemu tetangga secara tidak sengaja di depan rumah.
Rabu, Juni 09, 2010
Riset Film Dokumenter
oleh Rhino Ariefiansyah
(Penulis Adalah, Production Supervisor Eagle Awards 2005-2008)
Pendahuluan: Membuat Film Dokumenter, Mencari Keteraturan dan Pola-pola atas Fenomena Sosial yang Ada di Sekitar Kita
Lepas dari segala perdebatan mengenai definisinya, film dokumenter menurut saya adalah sebuah usaha untuk mencari pola-pola; keteraturan-keteraturan tentang fenomena yang ada di sekitar kita. Sebagai sebuah film, keteraturan-keteraturan atau pola-pola tersebut kemudian dirangkai menjadi urutan cerita dalam medium audio visual. Jika kita melihat ke sekeliling kita, banyak fenomena sosial yang ada dan bersifat acak, sebagai contoh dari kasus film “Kepala Sekolahku Pemulung” ada berbagai fakta yang sebelum film itu dibuat, seperti lepas satu sama lain; kemiskinan, guru yang berpenghasilan rendah, stigma tentang pemulung, kepala sekolah yang menjadi pemulung, istri yang sakit keras, rumah yang tidak layak huni, dsb. Tugas seorang pembuat film dokumenterlah untuk merangkai fakta-fakta acak tersebut menjadi sebuah urutan cerita dalam bahasa gambar dan suara. Mana yang lebih dulu dimunculkan? Kemiskinan, profil pemulung, profil kepala sekolah atau yang lainnya?
(Penulis Adalah, Production Supervisor Eagle Awards 2005-2008)
Pendahuluan: Membuat Film Dokumenter, Mencari Keteraturan dan Pola-pola atas Fenomena Sosial yang Ada di Sekitar Kita
Lepas dari segala perdebatan mengenai definisinya, film dokumenter menurut saya adalah sebuah usaha untuk mencari pola-pola; keteraturan-keteraturan tentang fenomena yang ada di sekitar kita. Sebagai sebuah film, keteraturan-keteraturan atau pola-pola tersebut kemudian dirangkai menjadi urutan cerita dalam medium audio visual. Jika kita melihat ke sekeliling kita, banyak fenomena sosial yang ada dan bersifat acak, sebagai contoh dari kasus film “Kepala Sekolahku Pemulung” ada berbagai fakta yang sebelum film itu dibuat, seperti lepas satu sama lain; kemiskinan, guru yang berpenghasilan rendah, stigma tentang pemulung, kepala sekolah yang menjadi pemulung, istri yang sakit keras, rumah yang tidak layak huni, dsb. Tugas seorang pembuat film dokumenterlah untuk merangkai fakta-fakta acak tersebut menjadi sebuah urutan cerita dalam bahasa gambar dan suara. Mana yang lebih dulu dimunculkan? Kemiskinan, profil pemulung, profil kepala sekolah atau yang lainnya?
Langganan:
Postingan (Atom)